Thursday, April 26, 2007

Bagas Thypus

Waduh... sudah dua minggu Bagas nggak sekolah nih... Dia sakit Thypus ditambah dengan batuk. Sekarang sih penyakit Thypusnya sudah mau sembuh tapi batuknya ini lebih lama sembuhnya. Memang dasarnya anaknya suka main dan becanda, si Bagas di saat panasnya belum turun (di awal2 sakit) dia masih becanda dan ketawa-tawa. Yang penting sekarang dia sudah lumayan keadaannya dan hopefully bisa sembuh bener dalam waktu2 dekat ini.

Tuesday, April 17, 2007

Kilas berita minggu kedua April

Di Minggu kedua April ada dua kejadian yang bisa di-share:
1. Si Alex hari Jumat 14 April kemarin berangkat ke Papua (Bintuni) untuk bekerja di Tangguh LNG, pertama naik Garuda transit di Makassar dan sampai ke Biak, naik pesawat kecil (kurang lebih 2 setengah jam) lanjut dari Biak ke ...hmmm lupa namanya, nah dari situ lanjut ke Bintuni naik speed boat 2 jaman... So far sih dia happy dengan petualangan dan pengalaman barunya.
2. Si Mas Wahyu sakit Thypus kurang lebih semingguan, hari ini 17 April sudah masuk kantor lagi...

Friday, April 13, 2007

foto kenang2an sama om Alex

Sebelum om Alex pergi ke Papua, foto dulu ah bareng om yang suka ngajakin main 'airplane'

Bagas dan Akung di Bandung

Smilee.... sama Akung di Bandung. Masih nyobain kamera barunya si Alex...

Thursday, April 12, 2007

DSLR-nya alex

Si Alex baru beli kamera nih... Olympus DSLR, lumayan, kualitas warnanya juga gue suka, tapi kekurangannya juga banyak. Yang menyenangkan dapet harga yang ok dan dapat 2 lensa. Iseng2 nyoba motret... gue seneng banget sama foto gue ambil ini. Diambil di cahaya pagi di teras lantai dua rumah bokap di bandung, si bagas dengan tatapannya yang khas dan vivi yang lagi mencium pipi bagas dari belakang.
Berita gembira juga dari si alex, dia jum'at ini tanggal 13 april berangkat ke papua untuk bekerja di kontraktornya BP, kesempatan yang bagus dan didukung sama kita semua disini. Setelah resign dari Jakarta Post, dia masih ada satu minggu untuk persiapan semuanya, eh... beli kamera digital SLR juga dia buat ngambil foto2 alam yang pastinya dasyat disana...

Wednesday, April 04, 2007

Koko dan Cici

Foto ini diambil di bulan desember 2006, waktu itu si ara dan bagas masih sekelas di high scope tepatnya di ivory room. Nah waktu culture week dan kebetulan kelas kebagian negara Cina, jadilah mereka koko dan cici.... haaiiii yaaa......

Tuesday, April 03, 2007

bapak TNI AU kita

pagi2 buru2 mau ke kantor mama sama ke sekolahku, eh disuruh foto sama mama, ya udah aku pasang pose seadanya, dengan topi yang masih mencong dan makanan yang masih penuh di mulut. foto ini diambil papa waktu aku ada acara kostum di sekolahku, kebetulan di kelas temanya airport.... mama cantik yaa... ;)

dibjo's


Foto2 ini diambil menjelang keluarga Mas Wawan pindah ke dubai hiks... Foto2nya sebenarnya masih banyak lagi tapi kayaknya kalau semuanya di-posting di blog jadi penuh banget nantinya. Kalau ada yang mau tau berita tentang dubai entah itu makanannya, jalan2nya atau hal2 yang menarik lainnya bisa dilihat di websitenya keluarga dubai di www.anakdubai.com

tepuk tangan....

Horeee...... Nah waktu itu Joe dan Nona lagi nginep di rumah, bulan Januari 2006 setelah Natalan bareng di Bandung. Bagas seneng banget kalau main sama Joe terutama, karena Joe satu2nya sepupu cowok yang Bagas punya saat ini....

foto2 lainnya di Taman Safari 15 Nov '06


naik gajah nemenin kakak aya dijagain sama papa, kalau yang dibawah foto bareng2 di jembatan merah persis di depan tempat foto bareng sama orang utan.

bagas nemenin sepupu2 internasional

Foto ini diambil tanggal 15 nov 2006, di paling kiri ada Clara, sebelahnya Claudia dan yang pakai baju kuning disebelah Aya, kita semua lagi makan ice cream. Sekarang sepupu2 Bagas ini semuanya di luar indonesia, Clara dan Aya di Dubai (UAE) dan Claudia di Sydney (AUS).

Monday, April 02, 2007

Si model kita - Bagas....

Waktu jalan-jalan... hari Sabtu kemarin, Gue ngeliat momen foto yang cukup menarik pada saat si bagas lagi iseng mau buka rolling door toko2 yang tutup... ternyata pas di-jepret sama kamera seadanya yang ada di hp gue... lumayan juga, yang jelas gayanya bagas itu... wawww.... kayak model beneran.

Monday, March 26, 2007

60 tahun om Mamad


18 Maret kemarin ada acara ulang tahun om Mamad (adiknya Nyokap) di daerah Karang Tengah. Berhubung waktu itu istri gue lagi ada acara kantor, jadi gue kesana bareng sama Nyokap dan mbak Dina, kakak gue... pastinya barengan sama Bagas 'the boy wonder' ;)
Tempatnya asik juga... ada pendopo dan open area yang cukup besar... menariknya lagi om Mamad dan keluarga juga menyewa wahana permainan anak2 dari balon yang besar plus kolam bolanya... gile anak2 langsung nyerbu dan happy banget dengan mainan yang satu ini.
Makanannya juga nggak kalah menarik di event yang satu ini, dimulai dengan soto kudus, tahu lengsor atau apapun itu namanya dan makanan anak2 seperti crepes juga ada... Makanannya OK, minumannya juga OK. Acara ini juga mempertemukan tetua-tetua dengan yang muda-muda, jadi antar saudara juga jadi lebih kenal....

Thursday, March 15, 2007

ada apa nih...


Banyaknya bencana di Indonesia membuat gue bingung, sedih prihatin dan takut, jelas kita dibuat benar2 sadar bahwa kekuatan manusia dengan segala ilmu pengetahuan dan rencananya tidak ada apa2nya bila dibandingkan dengan kekuatan Tuhan...
Semuanya jadi takut naik pesawat terbang sekarang, transportasi apapun juga di negara kita ini jadi mengerikan, semuanya punya sejarah yang mengerikan dari awal tahun 2007 sampai hari ini. Mau nggak kemana2 dan tinggal di rumah bisa aja gempa, angin puyuh ataupun banjir. Jadi sepertinya kita sekarang lagi menghadapi cobaan dari bencana yang bertubi-tubi walaupun puji syukur Tuhan, kita sekeluarga masih diberikan keselamatan dan kesehatan sampai hari ini.
Foto diatas diambil dari email yang gue dapet tentang pemandangan kota jakarta tanggal 14 Maret sekitar jam 17.30. Jakarta memang gelap banget kemarin menjelang sore, yang biasanya kita masih bisa melihat matahari.... kali ini tidak, gelap gulita kayak malam terutama di daerah pusat dan timur. Hujan deras mengguyur jakarta setelahnya, itupun disertai angin yang cukup keras... langsung deh berita di radio tentang kemacetan akibat genangan air dan adanya pohon tumbang ada dimana-mana. Bayangin aja tadinya cerah ceria langit di jakarta bisa berubah seketika menjadi menakutkan... agak paranoid juga kemarin ngeliat langit seperti itu, ngerinya ada bencana lagi...

Tuesday, March 06, 2007

Pasar Kaget Bintaro sektor IX

Sudah bukan hal yang aneh dan cenderung biasa mungkin bagi orang2 yang tinggal di bintaro Jaya. Tapi buat orang yang tinggal di luar bintaro seperti gue dan keluarga jadi spesial.

Sabtu kemarin si Bagas cek dokter di RS bintaro, nah agar kita bisa dapat nomor2 awal di RS ini kita harus bela2in ambil nomor pagi2, pulang dan datang lagi pada saat dokternya praktek ( jam 14.00). Jam 7.30 kita sudah sampai disana dan usaha ini membuahkan hasil yang cukup baik dengan mendapatkan urutan no.2. Setelah mendapat nomor, kita punya rencana untuk cari makan pagi.... Browsinglah kita, mikir2 dimana ya untuk cari makanan pagi yang enak, akhirnya gue inget kalau dulu banyak makanan di belakang McD sektor IX. Berangkatlah kita menuju lokasi, sesampainya disana kita lebih happy lagi karena bukan hanya makanan di hari Sabtu yang cerah itu, tetapi suasana lebih mirip dengan pasar kaget. Mulai dari jepit rambut, sepatu, baju sampai ikan mas koki dijual disana, makanannya pun bervariasi, si Vivi seneng banget karena sudah lama kita mencari pasar kaget yang seperti ini. Untuk milih makanan-pun kita bingung apalagi orientasi agak buyar dengan melihat banyaknya barang2 murah yang dijual disana.

Setelah melihat kiri kanan, membeli beberapa barang yang memang kita perlukan, seperti baju celana untuk Bagas, akhirnya pencarian makanan kita berakhir di Mie Ayam Bakso Pak Mien kalau tidak salah namanya. Cukup menarik... istri tercinta makan mie ayam bakso sedangkan gue makan kuetiaw ayam bakso, enak tapi belum spesial...

Si Bagas seneng banget diajak kesini, mondar mandir lari sana lari sini, pokoknya Sabtu pagi itu kita happy deh dengan jalan2 kita ke pasar kaget...

Roti Cane, Kari Kambing part 2 + Martabak + Rujak Aceh

Gak lama setelah makan yang pertama, kita makan lagi di tempat yang sama... (Agak2 kebayang terus soalnya sama nih makanan). Ternyata masih nendang, martabaknya juga uenak... rujaknya ya... enak juga...

Mengenai martabak, pembuatannya tergolong khas dibandingkan dengan martabak telur yang biasa, mungkin karena gue jarang kali ya... makan martabak kayak gini, tapi yang jelas rasanya nggak ngebohongin. Ditambah dengan acar dari bawang merah dan kari... makanan ini wajib hukumnya untuk dicoba, dicoba dan dicoba lagi....

Kalau rujaknya enak tapi masih belum terlalu spesial. Tapi makanan yang masih juara dari ketiga makanan yang kita coba ini, tetap Roti Cane-nya plus Kari Kambing yang Leeezaaatt....

Wednesday, February 28, 2007

Roti Cane dan Kari Kambing

Udah lama nih pengen nyobain jenis makanan Melayu diatas... Tapi tentunya yang enak. Nah kemarin gue dan Vivi (istri tercinta) mau makan malam di Mal Ambassador, pas nyari2 jenis makanan apa dan dimana, tiba2 mata kita berdua melihat makanan2 Aceh yang menggoda hati. Perhatian pertama kita pada rujak yang denganasyiknya diulek dengan bumbu yang menggoda hati, kemudian mata mulai melihat menu yang terpampang di kedai tersebut, senangnya nih harga terpampang di menu yang terpajang, untuk share aja banyak kedai di food court jembatan ini tidak memasang harga jadi pengunjung bisa aja tertipu. Lokasinya di ujung Jembatan penghubung antara ITC dan Mal Ambassador (lebih dekat ke ambassadornya), setelah melihat menu tertariklah saya dengan tulisan Roti Cane dan Kari Kambing, dan disitu dipertontonkan juga pada saat dia memanaskan roti cane tersebut, yah... awak makin tertarik lah... datanglah roti cane plus kari kambingnya. Vivi mesan mie goreng Aceh... rasanya lumayan... Tapi yang jelas roti cane dan kari kambingnya uuueeennnaaakkkk... istrikupun mengakuinya, maklum lah dia tinggal lama di Sumatra mestinya dia lebih ngerti rasa makanan sumatra atau melayu yang sebenar-benarnya. Sayang nih kita belum nyobain rujaknya karena perut sudah gak nampung lagi alias kenyang. Pokoke kedai ini recommended... silahkan dicoba....

Tuesday, February 27, 2007

Sneak Preview


Mumpung ada waktu untuk ngeposting, nah berikut sneak preview foto keluarga kami... abi vivi dan tentunya bagas..... foto ini diambil bulan desember 2006

Mau kasih liat senyumannya Bagas...


Cuman mau pamer dikit senyumannya Bagas... Ganteng yaa.... :)

Si Bagas Kasihan...


Udah lama juga gak posting di Blog ini... dianggurin sedikit gara2 sibuk sama hal2 lainnya yang kadangkala kurang penting juga. Ngeliat kakak gue Wawan a.k.a LB rajin posting untuk blog-nya, sepertinya asik juga untuk share pengalaman kita via Blog.

Nah kali ini gue mau cerita tentang anak gue Bagas, umurnya sekarang sudah 2 tahun 8 bulan lah kurang lebih, nah itu diatas fotonya lagi becanda masukin sandaran lehernya dia ke kepalanya trus ngomong gini deh... "Mama... Mama... Look...". Emang anakku yang satu ini (baru satu sih) suka iseng dan becanda, jarang sedih bahkan kalau dia sakitpun senyumnya dan becandaannya masih sering kita dengar dan lihat.
Yang mau gue ceritain sekarang adalah tentang dokter anak... yang bikin kita jadi sedih dan ngerasa bersalah. Jadi sebelumnya kita ke dokter anak di RSPI, nah dengan si dokter ini kita nggak sreg. Selama kurang lebih 6 bulanan kita kesana, dokter ini royal sekali untuk memberikan obat paten dan antibiotik kalau dia sakit walaupun sakitnya tidak terlalu parah. Dan si Bagas perkembangan badannya juga kurang baik dari bulan ke bulan berikutnya, plus levernya cenderung membengkak karena intensitas antibiotik dan obat2an paten yang seringkali mampir di badannya. Selain itu karena pasien dari dokter ini cukup banyak, walhasil waktu yang diberikan dokter ke pasien juga minim sekali; pertanyaan2 kita seakan dijawab agak terburu2 dan kurang memuaskan.
Perlu diketahui sebelumnya si Bagas ini terindikasi alergi yang cukup parah, sampai2 dulu (pada saat umurnya belum setahun) kulitnya gampang sekali teriritasi dan merah2... rambutnyapun banyak yang rontok... karena daerah kulit yang cukup parah efeknya adalah bagian kulit kepala. Pada saat ini kita ke dokter macam2, selain dokter anak si bagas juga sempat mampir ke dokter kulit dan dokter alergi....
Setelah kita merasa tidak pas dengan dokter tersebut, kita pindah dokter setelah mendengar bahwa dokter ini cukup berhasil menangani Nerrissa, anak dari kakak saya Lala. Nerrissa ini memiliki gejala alergi yang bisa saya katakan mirip dengan Bagas... Malah dia terkadang lebih parah... Jadilah kita pergi ke dokter ini. Dia praktek dirumahnya dan dekat dengan rumah, dari tampilannya dokter ini seperti ibu2 rumah tangga biasa, perbedaannya dia tidak gagap teknologi karena historikal pasien dia catet di komputer, cukup jarang saya liat dokter yang mengoperasikan komputernya sendiri untuk keperluan administratif ataupun lainnya. Mulailah proses pengobatan dengan dicek darah keseluruhan dan diberikan obat racikan yang tidak boleh terhenti, keadaan Bagas -pun selama beberapa bulan terlihat ada kemajuan.
Dokter ini cukup asik untuk memberikan waktunya ke pasien, pertanyaan demi pertanyaan dari kita dia jawab dengan cukup baik. Setiap bulan kita kesana karena obat yang diberikan ke Bagas (tiap hari) tidak boleh terputus dan resep diberikan untuk stok obat selama 1 bulan. Saat ini kita belum sadar bahwa dokter ini terus menerus memberikan obat yang bisa membuat efek yang sama dengan dokter sebelumnya. Dari obrolan kita dengan dokter, dia menceritakan bahwa kandungan obat yang diberikan adalah antara lain kandungan Besi yang sangat dibutuhkan untuk Bagas saat itu, tetapi kami kurang mengetahui detail kandungan apa saja yang dokter tersebut berikan untuk diminum anak saya setiap harinya...
Setelah hampir setahun atau malah lebih yaa.... kita merasakan kejanggalan, pertama yang mulai curiga istri saya, Vivi... karena melihat kondisi anak saya yang cukup baik, dia bertanya2 (walaupun saat itu masih bertanya-tanya dalam dirinya sendiri) kenapa Bagas harus diberikan obat terus setiap harinya. Tak lama setelah kecurigaan itu terbentuk, kakak saya Lala menelpon istri, langsung kecurigaan istriku terjawab, ternyata sepertinya dokter selama ini memberikan obat yang menurut kita tidak seharusnya. Dia memberikan obat TBC dengan nama INH dan Remactan kalau tidak salah spelling-nya. Setelah kita search di internet dan baca tentang kedua obat ini, kita hampir2 tidak percaya si dokter memberikan obat ini kepada pasien yang belum dibuktikan dan dites bahwa dia TBC (untuk menyatakan seorang pasien terserang TBC harus dites dulu air riaknya, dan ini belum dilakukan ke Bagas maupun Nerrissa). Obat ini juga mengurangi antibodi si anak sehingga untuk menumbuhkannya kembali dia harus dikasih booster yang sesuai, itupun sangat tidak alamiah.
Bukan hanya source dari internet yang kita coba telusuri, kakak saya juga bertanya ke dokter lainnya yang agak kaget juga melihat obat2an yang diberikan ke Nerrissa selama ini, karena sepertinya harusnya tidak diberikan sama sekali atau mungkin selama itu dengan intensitas yang cukup banyak. Untungnya kitapun punya saudara sepupu yang dokter, dan diapun juga menyayangkan hal ini, karena dapat berbahaya untuk si anak. Kitapun dapat membaca efek samping dari obat ini dibeberapa sumber dan yang paling gue ingat adalah dapat menyebabkan buta warna dan yang pasti pembentukan antibodi dalam tubuh Bagas dan Nerrissa terhambat.
Gue bingung banget dengan dokter yang menurut saya berbuat onar seperti ini, apakah dia sangat yakin dengan obat tersebut, apakah hanya akal2an agar kita datang terus ke dia; karena frekuensi yang terus menerus dan kita jadi ketergantungan dengan dokter tersebut dan kita sebagai orang tua menjadi terlena... Waduh entah apa yang menjadi modus operandinya tapi yang jelas share ini mengingatkan gue dan istri untuk lebih berhati-hati memilih dokter dan berusaha untuk tahu lebih jauh treatment plus obat apa yang diberikan dokter kepada si Bagas... Karena efeknya bisa fatal...
Sekarang Bagas baik2 dan sehat, kita lagi mencoba untuk mencek keadaan anak saya ke dokter lainnya... dan mencoba mendetox-nya dengan menggunakan temulawak, jahe, gula merah (lupa apa aja) natural dan efek sampingnya gak ada atau kecil sekali... untungnya si Bagas suka gak nolak dikasih obat tradisional ini...
Jadi, wahai orang tua WASPADALAH... WASPADALAH...